Berikut Contoh Soal Perhitungan PPh Pasal 24?

1 min read

PAJAK Penghasilan (PPh) Pasal 24 adalah salah satu type pelunasan PPh di dalam tahun berjalan yang merupakan pajak yang dibayar atau terutang di luar negeri atas pendapatan berasal dari luar negeri yang diterima atau diperoleh WP di dalam negeri. Atas pajak tersebut, WP bisa mengkreditkan pajak terutang di dalam tahun pajak yang sama.

Untuk lebih mengetahui perhitungan PPh Pasal 24, berikut adalah sebagian ulasan misal soal perhitungan belajar PPh Pasal 24.

Perhitungan Kredit Pajak Luar Negeri (PPh Pasal 24)

Kasus dan Pertanyaan:

PT cahaya Gemilang di Semarang mendapatkan pendapatan neto di dalam tahun 2014 sebagai berikut:
Penghasilan di dalam negeri Rp400.000.000

Penghasilan berasal dari Vietnam (tarif pajak 20%) Rp200.000.000

Hitunglah PPh Pasal 24 atau kredit pajak luar negeri berasal dari PT cahaya Gemilang tahun 2014?
Jawaban:

Penghitungan PPh Pasal 24 adalah sebagai berikut:

1. Menghitung keseluruhan pendapatan kena pajak:

Penghasilan di dalam negeri Rp400.000.000
Penghasilan berasal dari Vietnam Rp200.000.000
Jumlah Penghasilan Neto Rp600.000.000

2. Menghitung keseluruhan PPh terutang:

Pajak terhutang 25% x Rp 600.000.000 = Rp150.000.000

3. Menghitung PPh maksimum yang bisa dikreditkan:

(penghasilan Luar Negeri : keseluruhan penghasilan) x keseluruhan PPh terutang
(Rp200.000.000 : Rp600.000.000) x Rp150.000.000 = Rp49.999.999 (dibulatkan) Rp50.000.000

4. Menghitung PPh yang terutan atau dipotong di Luar Negeri:

20% x Rp200.000.000 = Rp40.000.000
Dari perhitungan di atas, kredit pajak luar negeri yang diperbolehkan adalah sebesar Rp40.000.000 atau sebesar PPh yang terutang atau dibayar di Luar Negeri. Jumlah ini diperoleh dengan membandingkan penghitungan PPh maksimum yang boleh dikreditkan dengan PPh yang terutang atau dibayar di Luar Negeri, sesudah itu menentukan kuantitas yang terendah.

Penghitungan PPh Pasal 24 Jika Terjadi Kerugian Usaha di Dalam Negeri

Kasus dan Pertanyaan:

PT Selera Rakyat berkedudukan di Indonesia mendapatkan pendapatan neto di dalam tahun 2015 sebagai berikut:
Di Belanda mendapatkan pendapatan berupa laba usaha sebesar Rp600.000.000 (tarif pajak yang berlaku 30%). Di di dalam negeri menderita kerugian sebesar Rp200.000.000

Hitunglah PPh Pasal 24 atau kredit pajak luar negeri berasal dari PT cahaya Gemilang tahun 2014?
Jawaban

Penghitungan PPh pasal 24 adalah sebagai berikut:

1. Menghitung keseluruhan pendapatan kena pajak:

Penghasilan berasal dari Belanda Rp600.000.000
Penghasilan berasal dari di dalam negeri (Rp200.000.000)
Jumlah Penghasilan Neto Rp400.000.000

 

2. Menghitung keseluruhan PPh terutang:

Pajak terhutang 25% x Rp 400.000.000 = Rp100.000.000

3. Menghitung PPh maksimum yang bisa dikreditkan:

(penghasilan Luar Negeri : keseluruhan penghasilan) x keseluruhan PPh terutang
(Rp600.000.000 : Rp400.000.000) x Rp100.000.000 = Rp150.000.000

4. Menghitung PPh yang terutan atau dipotong di Luar Negeri:

30% x Rp600.000.000 = Rp180.000.000
Kredit pajak yang diperoleh (PPh pasal 24) adalah Rp150.000.000. Jumlah ini diperoleh dengan membandingkan penghitungan PPh maksimum yang boleh dikreditkan dengan PPh yang terutang atau dibayar di Luar Negeri, sesudah itu menentukan kuantitas yang terendah.
Perhitungan PPh Pasal 24 Jika Terjadi Kerugian Usaha di Luar Negeri

Kasus dan Pertanyaan:

PT Selaras Abadi terhadap tahun 2013 mendapatkan pendapatan neto sebagai berikut:
Di Thailand mendapatkan pendapatan berupa laba usaha sebesar Rp300.000.000 (tarif pajak yang berlaku 40%). Di Jerman menderita kerugian sebesar Rp500.000.000 (tarif pajak yang berlaku 25%). Di di dalam negeri mendapatkan laba usah sebesar Rp500.000.000

Hitunglah PPh Pasal 24 atau kredit pajak luar negeri berasal dari PT cahaya Gemilang tahun 2014?
Jawaban:

Penghitungan PPh pasal 24 adalah sebagai berikut:
1. Menghitung keseluruhan pendapatan kena pajak:
Penghasilan di dalam negeri Rp300.000.000
Penghasilan berasal dari luar negeri Rp500.000.000
Jumlah Penghasilan Neto Rp800.000.000
2. Menghitung keseluruhan PPh terutang:
Pajak terhutang 25% x Rp800.000.000 = Rp200.000.000
3. Menghitung PPh maksimum yang bisa dikreditkan:
(penghasilan Luar Negeri : keseluruhan penghasilan) x keseluruhan PPh terutang
(Rp300.000.000 : Rp800.000.000) x Rp200.000.000 = Rp75.000.000
4. Menghitung PPh yang terutan atau dipotong di Luar Negeri:
40% x Rp300.000.000 = Rp120.000.000
Dari perhitungan di atas bisa diambil kesimpulan bahwa PPh pasal 24 yang bisa dikreditkan adalah Rp75.000.000.

Layanan Gesek Tunai Kartu Kredit Makin Marak

Selain untuk berbelanja, kartu kredit termasuk memberi tambahan fasilitas tarik tunai bagi para pengguna. Tarik tunai mampu dilakukan di anjungan tunai mandiri (ATM) terdekat....
Guithay thay
2 min read