Cara Menghitung Keuntungan Perusahaan Kontraktor Secara Efisien

2 min read

Kontraktor adalah pekerjaan bergengsi, banyak orang memimpikan profesi kontraktor. Kontraktor persis bersama dengan keuntungan yang berlimpah yang bergelut bersama dengan proyek-proyek bonafit. Namun, keuntungan besar itu tidak serta-merta mengalir begitu saja, tersedia sejumlah hitung yang wajib ditunaikan oleh seorang kontraktor.

Bagi Anda yang sedang menjalankan, ataupun masih memiliki rencana membangun bisnis sebagai seorang kontraktor, artikel tersebut ini dapat amat menolong Anda. Artikel ini mengupas beragam langkah mengkalkulasi keuntungan yang dapat diperoleh kontraktor, dan tentu saja berikan rekomendasi, langkah mengkalkulasi keuntungan yang paling efisien bagi Anda.

 

Baca juga: Perusahaankontraktor.topseo.co.id

 

Standar Keuntungan 10%

Pemerintah Indonesia memberi saran bahwa standar lazim keuntungan kontraktor berasal dari proyek borongan adalah 10% berasal dari harga pelaksanaan proyek. Untuk mempermudah perhitungan keuntungan di setiap proyek, mari kami berangkat berasal dari standar yang lazim di terima ini.

Keuntungan 10% bukan standar baku. Ada kontraktor yang demi alasan marketing dan kontinuitas bisnis, memutuskan keuntungan sebesar 5%. Ada termasuk kontraktor yang memutuskan keuntungan hingga sebesar 20%. Kontraktor yang demikianlah tentu punya kekuatan tawar yang menarik bagi kliennya, tak hanya kepentingannya untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya.

Untuk kontraktor pembangunan infrastruktur skala besar yang bekerja terhadap pemerintah, umumnya memutuskan keuntungan 10%, yang di dalamnya sudah termasuk cadangan cost resiko (risk contigency). Biaya resiko terhadap umumnya berada di kisaran 2-5%, bergantung terhadap hasil anggapan resiko di luar keuntungan. Dengan perhitungan ini, keuntungan kontraktor BUMN diperkirakan secara konstan relatif, berada di kisaran 5-10% berasal dari harga pelaksanaan proyek. Baca juga Jasa Kontraktor

Biaya resiko ini bisa saja tidak masuk dalam hitungan bagi kontraktor swasta dan kontraktor proyek menengah ke bawah. Untuk itu, kadar keuntungan wajib diperhitungkan bersama dengan matang, bersama dengan melacak titik sedang antara keuntungan sebesar-besarnya, dan alasan marketing dan juga kontinuitas bisnis. Titik sedang tersebut berada di kisaran 10%, tidak ditekan amat jauh ke bawah maupun ke atas, agar dapat diperoleh kadar keuntungan yang rasional, katakanlah kira-kira 5-15%.

 

Indikator Keuntungan

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana langkah kontraktor mengkalkulasi kadar keuntungannya? Ada beberapa langkah yang dapat jadi indikator. Berikut tiga di antaranya:

 

Profit Margin

Ini adalah langkah mengkalkulasi yang paling mudah. Lazim digunakan dalam pembangunan skala kecil hingga menengah. Persentase diperoleh berasal dari membandingkan omzet yang diterima, bersama dengan total cost pembangunan. Rumus dalam meraih kadar keuntungannya adalah sebagai berikut:

Laba = Omzet – Bahan Baku (Termasuk Biaya Kerja) – Biaya Administrasi dan Umum

Sebagai contoh, seumpama omzet untuk membangun sebuah tempat tinggal mewah sebesar Rp. 5,5 miliar. Dengan bahan baku (biaya kerja termasuk di dalamnya) Rp. 4,8 miliar, dan cost administrasi dan lazim Rp. 200 Juta, agar total yang diperoleh Rp. 5 miliar. Maka laba yang diperoleh adalah Rp. 500 juta. Dalam perihal ini, kadar keuntungan adalah 10%.

Indikator ini dapat jadi acuan kontraktor dalam menentukan angka-angka dalam konsep anggaran cost pekerjaan – konsep anggaran pelaksanaan (RAB-RAPK). Selanjutnya, RAB-RAPK, yang dapat jadi dasar bagi kontraktor untuk mengkalkulasi keuntungan yang diperolehnya, cocok indikator yang sudah dijabarkan di atas.

 

Return of Investment (ROI)

Indikator lain yang dapat digunakan kontraktor dalam mengkalkulasi keuntungannya adalah bersama dengan berpatok terhadap angka investasi. Cara ini termasuk masih tergolong efisien. Yang wajib dihitung oleh kontraktor adalah kuantitas investasi yang dikeluarkan untuk usahanya, lalu dibandingkan bersama dengan pengembalian yang diperoleh berasal dari investasi tersebut.

Berapa tingkat pengembalian investasinya? Berapa modal yang dikeluarkan untuk bisnis ini? Berapa prosen keuntungan yang diperoleh kontraktor, jikalau dihitung berasal dari selisih keduanya?

Penghitungan ROI digunakan secara lazim di beragam macam perusahaan, termasuk perusahaan-perusahaan baru berbasis start up. Cara ini umumnya digunakan oleh perusahaan sebagai kekuatan tawar untuk melantai di bursa saham, tapi dapat diterapkan termasuk terhadap bisnis kontraktor.

 

Payback Period

Cara lain yang lazim digunakan oleh kontraktor untuk mengkalkulasi keuntungan adalah bersama dengan indikator Payback Period. Hal pertama yang dihitung adalah total cost berasal dari usaha, lalu sesudah itu diperkirakan kapan bisnis tersebut dapat balik modal.

Misalnya, seorang kontraktor memperkirakan bahwa berasal dari seluruh cost yang dikeluarkannya, bersama dengan mengkalkulasi laba per proyek, dia mendapati bahwa dalam 2 tahun, usahanya balik modal. Maka Payback Period-nya adalah 2 tahun. Setelah itu, setiap laba yang keluar sesudah 2 th. berjalan, dapat dihitung sebagai keuntungan.

 

Menjaga Keuntungan

Setelah mendapat kadar keuntungan di atas kertas, kontraktor wajib jalankan beragam upaya, untuk menanggung keuntungan yang diperolehnya tidak tidak cukup berasal dari angka yang tertera. Berkurangnya keuntungan amat bisa saja terjadi gara-gara tersedia hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, bencana kebakaran, masalah masyarakat, kenaikan mendadak harga bahan baku, dan sebagainya.

Kontraktor dapat melacak celah lain untuk capai laba. Misalnya bersama dengan menaikkan efisiensi kerja melalui pemakaian teknologi mutakhir, meminimalisir sisa material yang terbuang (recycle bahan baku sisa proyek sebelumnya), dan manajemen kerja yang lebih profesional, agar saat penyelesaian proyek cocok atau lebih-lebih lebih cepat berasal dari jadwal, agar mengurangi cost kerja.

Berbagai Fakta Menarik Mengenai Behel Gigi Jogja Ini Wajib…

Sebuah klinik dokter gigi Jogja tidak hanya membuka praktik perbaikan gigi yang berkaitan dengan kecantikan gigi. Namun juga berbagai metode yang bisa dilakukan untuk...
Guithay thay
1 min read

Tips Merawat Tas ala Victorinox

Untuk Anda penggemar tas, pasti memiliki koleksi tas lebih dari cukup bukan di lemari? Umumnya wanita akan memiliki beberapa tas dengan bahan, warna, juga...
Guithay thay
1 min read

Mengubur Jenazah Menurut Hukum Islam

Kewajiban yang keempat bagi seorang muslim yang masih hidup terhadap muslim yang telah meninggal adalah menguburkannya. Tentunya menguburkan jenazah tidak asal dimasukkan dan ditimbun...
Guithay thay
2 min read