Cara Pengolahan Sabut Kelapa yang Belom Kamu Ketahui

Bingung tentang cara pengolahan sabut kelapa? pusing karena sudah mencari cara dan tidak bisa? Tenang, pada artikel kali ini saya akan membagikan tutorialnya. Jika kamu penasaran untuk mencobanya, saya akan memberikan tutorial cara pengolahan sabut kelapa yang belom kamu ketahui.

Pengertian Sabut Kelapa

Sabut kelapa merupakan salah satu biomassa yang paling mudah diperoleh dan merupakan hasil samping pertanian. Komposisi kelapa membentuk sekitar 35% dari total berat kelapa. Kelapa terdiri dari ijuk (fibers) dan gabus (layers) yang menghubungkan satu serat dengan serat lainnya.

Kelapa terdiri dari 75% serat dan 25% gabus. Potensi pemanfaatan sabut kelapa sebagai bio absorben untuk menghilangkan logam berat dari air sangat tinggi karena sabut kelapa mengandung lignin (35% sampai 45%) dan selulosa (23% sampai 43%).

Sabut kelapa merupakan biosorben karena mengandung selulosa yang dalam struktur molekulnya mengandung gugus karboksil dan lignin yang mengandung asam fenolat yang berperan dalam pengikatan logam. Selulosa dan lignin merupakan biopolimer yang berasosiasi dengan proses pemisahan logam berat.

Cara Pengolahan Sabut Kelapa

cara pengolahan sabut kelapa

1. Persiaan Bahan

Pada tahap persiapan, seluruh sabut kelapa dipotong memanjang menjadi sekitar lima bagian, kemudian bagian yang keras dipotong. Kemudian sabut kelapa direndam selama 3 hari agar bagian gabus akan membusuk dan mudah lepas dari sabutnya, lalu sajikan. Kamu juga bisa jual cocomesh supaya dapat menghasilkan uang untuk kebutuhan.

2. Pelunakan Sabut Kelapa

Proses pelunakan sabut kelapa dilakukan secara manual yaitu dengan memukul sabut kelapa dengan palu agar kelapa menjadi lebih terurai. Pada tahap ini dihasilkan produk samping berupa butiran gabus. Secara modern, serabut kelapa dilunakkan menggunakan hammer mill.

3. Pemisahan Serat Cara Pengolahan Sabut Kelapa

Sabut kelapa dimasukkan ke dalam mesin pengupas (pulping machine) untuk memisahkan bagian serat dari gabus. Komponen utama mesin pulping adalah silinder yang diisi dengan gigi logam yang berputar untuk memukul dan menggores sabut kelapa sehingga bagian-bagian ijuknya terpisah. Pada tahap ini, butiran gabus diproduksi sebagai produk sampingan.

4. Penyaringan atau Pengayakan

Bagian serat yang telah dipisahkan dari gabus dimasukkan ke dalam mesin sortasi untuk memisahkan bagian serat yang halus dan kasar. Mesin saring atau ayakan berupa saringan berbentuk kerucut. Sortasi dan pengayakan juga dilakukan pada butiran gabus menggunakan ayakan atau ayakan yang dilakukan dengan tangan, sehingga dihasilkan butiran gabus yang halus.

5. pembersihan dan Pengeringan Pengolahan Sabut Kelapa

Pembersihan dilakukan untuk memisahkan bagian gabus yang masih menempel pada bagian serat halus yang telah dipisahkan dari bagian serat kasar. Tahap ini dilakukan secara manual. Tergantung pada derajat pengeringan serat dan butiran gabus, proses pengeringan dilakukan dengan pengeringan atau menggunakan pengering.

6. Pengepakan

Kemudian sabut kelapa yang sudah bersih dan kering dikemas menggunakan alat press. Ukuran paket adalah 90 x 110 x 45 cm. Secara tradisional, serat ditekan secara manual dengan cara diinjak sehingga menghasilkan berat hanya sekitar 40 kg per paket. Menggunakan mesin pres, setiap paket memiliki berat sekitar 100 kg. Untuk tepung kelapa, wadah kemasannya adalah sachet, dan setiap paket berisi sekitar 100kg.

Bagi anda yang sedang mencari cocomesh, anda dapat menemukanya di Rumah Sabut, disana menyediakan jual cocomesh dan berbagai alat lainya.

Nah, cukup sekian tutorial cara pengolahan sabut kelapa pada artikel kali ini. Cukup mudah bukan? Selamat mencoba dan semoga berhasil, dan jika cara dalam artikel ini dapat membantu kamu, jangan lupa untuk membagikan ilmu anda kepada orang-orang di sekitar kamu agar mereka semua dapat mengambil manfaatnya. Sekian dari saya, terima kasih.

Related posts