Jenis Burung Langka di Indonesia yang Hampir Punah

Indonesia mempunyai spesies burung yang memadai banyak, dan sebagian dari burung berikut kini menjadi langka gara-gara populasinya kian menurun. Ulasan berikut ini akan menunjukkan sebagian burung yang telah menjadi langka dari begitu banyak burung yang termasuk terancam untuk mengalami kepunahan di Indonesia. Simak yuk!

Daftar Merah IUCN

Sebelum membaca ulasannya anda harus tahu bagaimana burung-burung ini dikategorikan menjadi burung-burung langka. Ada yang disebut bersama Daftar Merah IUCN, sebuah standar daftar status hewan dan termasuk usaha konservasi yang dilakukan untuk melindungi keberlangsungannya

Kategorinya adalah EX – Extinct / punah, EW – Extinct in The Wild/ Punah di alam liar, CR – Critically Endangered/ Kritis, EN- Endangered/Genting, VU-Vunerable/Rentan, NT – Near Threatened/Hampir terancam, LC – Least Concern/ Resiko rendah, DD – Data Deficient/Kekurangan data, dan NE – Not Evaluated/ Tidak dievaluasi. Nah, sekarang kami Efyei akan mengulas burung mana saja yang telah menjadi langka berikut ini!

 

1. Burung Jalak Bali (CR – Critically Endangered)

Burung Jalak Bali adalah burung endemik yang menjadi simbol dari Provinsi Bali, habitat mereka umumnya di semak terbuka, pohon, dan sabana. Saat ini diperkirakan tidak cukup dari 50 burung dewasa yang tersedia di alam liar. Keistimewaannya adalah kicauannya yang merdu.

Burung ini mempunyai bulu yang berwarna cerah dan terdapat garis biru terhadap bagian matanya, Pada bagian Ujung ekor dan sayapnya terdapat warna hitam. Spesies burung ini menjadi langka gara-gara terdapatnya penangkapan ilegal yang masih berlangsung sampai sekarang.

 

2. Sikatan Aceh (CR – Critically Endangered)

Burung ini termasuk keliru satu burung endemik dari Indonesia tepatnya dari Aceh. Populasinya di alam liar belum diketahui. Burung ini menjadi langka di alam liar gara-gara habitatnya yang hilang khususnya bersama banyaknya eksploitasi hutan yang berlebihan.

Burung ini mempunyai ciri, sebagian besar bulunya berwarna biru, kecuali terhadap bagian perutnya terdapat gradasi warna kuning ke putih. Untuk betinanya bulunya didominasi oleh warna coklat bersama gradasi warna kuning ke putih.

 

3. Trulek Jawa (CR – Critically Endangered)

Burung Trulek jawa adalah burung endemik Indonesia yang cuma terdapat di pulau Jawa. Habitat mereka adalah daerah basah layaknya rawa-rawa dan delta sungai. Burung ini menjadi langka gara-gara banyak perubahan terhadap habitat mereka. Burung ini dilindungi hukum Indonesia sejak 1978.

Ciri burung ini adalah kakinya yang panjang. Kepalanya berwarna hitam, bersama sayap berwarna coklat, dan bagian perutnya berwarna putih. Ciri khas burung Trulek Jawa adalah terdapatnya gelambir berwarna kuning. Saat ini populasinya di alam liar diperkirakan jumlahnnya benar-benar sedikit.

 

4. Tokhtor Sumatera (CR – Critically Endangered)

Burung ini adalah burung endemik Indonesia yang berasal dari daerah Sumatera, sebagian besar burung ini berada di Bukit Barisan. Populasi dari burung ini di alam liar mengalami penurunan bersama kuantitas burung dewasa sekitar 50-249 ekor.

Burung ini kepalanya berwarna hitam, dan paruhnya berwarna hijau. Sedangkan sayapnya berwarna abu kehijauan dan ekornya panjang berwarna hitam, dan terdapat garis-garis coklat di badannya. Burung ini merupakan pemakan serangga.

 

5. Gagak Banggai (CR – Critically Endangered)

Gagak Banggai adalah burung endemik dari Indonesia yang berasal dari Sulawesi, kala ini burung yang masih bertahan berada di Pegunungan Peleng Barat. Populasi mereka diperkirakan sekitar 500 ekor, termasuk 50-200 yang berada di Gunung Peleng Barat.

Seperti halnya semua burung gagak, semua tubuhnya berwarna hitam. Burung ini mempunyai ukuran 39 cm termasuk burung bersama ukuran sedang. Burung ini sempat diakui punah sampai terhadap survei th. 2007-2008 burung ini ditemukan lagi di Pulau Peleng.

Related posts