Kerugian gestun kartu kredit

Bagi pihak bank ada praktek Gestun Online Terpercaya pasti merugikan dikarenakan terhitung tindakan ilegal yang membawa dampak mereka berpotensi kehilangan pendapatan.

Sementara bagi konsumen, melakukan gesek tunai bermakna telah menyalahgunakan kartu kredit dan jikalau jadi kebiasaan maka bakal menggiring terhadap tabiat konsumtif.

Jangan hingga terlena dengan bermacam tawaran menggiurkan dari gesek tunai yang kelihatannya lebih menguntungkan. Sebab bagaimanapun, duwit yang dicairkan lewat gesek tunai tetaplah kredit atau pinjaman yang wajib kamu lunasi di lantas hari.

Jika kamu terlanjur kerap melakukan gestun kartu kredit, maka ada sebagian perihal yang wajib kamu waspadai. Sebab gesek tunai dapat mendatangkan bermacam kerugian layaknya tersebut ini:

 

1. Memicu kredit macet

Mencairkan dana dengan gestun tanpa limit sekilas muncul layaknya mengimbuhkan keuntungan bagi nasabah. Nasabah jadi dapat meraih pinjaman dana cocok yang dibutuhkan tanpa batas.

Namun mencairkan dana memanfaatkan kartu kredit tanpa batas waktu kamu tidak punyai dana untuk membayarnya secara penuh hanya bakal membawa dampak risiko kredit macet.

Yang lebih membahayakan, penarikan dana di dalam kuantitas besar sekaligus tanpa diikuti dengan kebolehan pembayaran tagihan bakal berujung terhadap lilitan hutang.

Apalagi jikalau kamu hanya dapat membayar tagihan sekurang-kurangnya tiap-tiap bulannya, agar dana yang telah kamu memanfaatkan bakal terkena bunga dan konsisten berbunga tanpa akhir hingga tagihanmu membengkak di lantas hari.

 

2. Penyalahgunaan kartu kredit

Coba ingat lagi, apa tujuanmu punyai kartu kredit? Dalam ketetapan Bank Indonesia (PBI) terbaru No.14/2/2012 berkenaan penyelenggaraan aktivitas Alat Pembayaran memanfaatkan Kartu (APMK), disebutkan kartu kredit berguna sebagai alat pembayaran. Artinya, kartu kredit bukan fasilitas kredit di dalam wujud duwit tunai apalagi untuk berhutang.

Oleh dikarenakan itu, memanfaatkan kartu kredit lewat gesek tunai sama saja telah menyalahgunakannya untuk menarik duwit tunai dengan mudah.

 

3. Menambah kerugian nasabah

Jika dicermati dari biaya penarikannya yang lebih rendah, banyak orang berpikir gestun lebih menguntungkan. Tapi tanpa disadari, perihal ini justru menaikkan kerugian nasabah. Sebab, sejak pertama nasabah telah segera dikenakan potongan waktu gesek tunai di merchant.

Bank selamanya bakal mengenakan biaya utuh kepada nasabah waktu penagihan kartu kredit. Ini membawa dampak kerugian nasabah jadi berlipat ganda.

Misalnya, kamu gestun Rp 5 juta dengan kesepakatan potongan 3% untuk merchant. Uang yang bakal kamu menerima sebesar Rp 4,85 juta. Namun pihak bank selamanya bakal mencatat pemakaian dana sebesar Rp 5 juta dan kamu pun wajib melunasi tagihan di dalam kuantitas penuh tersebut.

 

4. Risiko pencucian uang

Saat ini, pemilik kartu kredit tidak hanya dapat melakukan gesek tunai di merchant ritel. Ada banyak penyedia jasa gestun baik offline maupun online.

Jika tidak cermat memperhatikan sumber dana dari penyedia jasa gesek tunai, kamu dapat saja terjerat kasus pencucian duwit (money laundry).

Sebab, dapat saja pihak tak bertanggung jawab memanfaatkan fasilitas gesek tunai ini untuk menyalurkan dana hasil suap atau tindak pidana. Kita sebagai nasabah menjadi hanya perlu dana tunai saja. Tapi, ternyata si pihak tak bertanggunga jawab melibatkan kami di dalam kejahatan mereka. Kamu pasti tidak mengidamkan perihal ini berlangsung kan?

 

5. Masuk daftar hitam OJK

Oleh dikarenakan gestun kartu kredit dinyatakan ilegal, maka melakukan praktek gesek tunai di merchant dapat membawa dampak kamu masuk daftar hitam OJK. Kartu kredit yang kamu memanfaatkan berpeluang mengalami kasus dan dapat saja diblokir oleh pihak bank penerbit kartu.

Pasalnya, bank pun telah melakukan bermacam upaya untuk menghentikan praktek illegal ini. Mulai dari menghentikan kerjasama hingga memasukkan merchant pelaku gestun ke di dalam daftar hitam merchant bermasalah.

Bukan tidak barangkali terhitung kamu masuk ke di dalam kelompok nasabah yang bermasalah dikarenakan terbukti melakukan gesek tunai.

Jika telah begini, kamu bakal kesusahan untuk melakukan penerbitan kartu kredit baru atau mengajukan pinjaman dana ke instansi keuangan formal yang terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Related posts