Mengenal Apa Itu Coriolis Flow Meter

3 min read

Penggunaan coriolis flow meter terus mengalami peningkatan didalam lebih dari satu th. belakang. Meskipun cost pengadaannya tergolong mahal tetapi banyak pengguna berpikiran sebagai investasi yang baik dengan perhitungkan total cost untuk jangka panjang. Bahkan banyak perusahaan yang mengganti perangkat yang sudah mereka aplikasikan dengan flow meter ini.

Meskipun biasanya flow meter difungsikan untuk mengukur kecepatan aliran maupun volume aliran, tetapi didalam lebih dari satu sektor industri pengukuran massa merupakan perihal yang utama. Contohnya saja model product yang dijual berdasarkan berat dari product tersebut. Selain itu, reaksi kimia terhitung biasanya didasarkan terhadap massa dibandingkan volume, agar coriolis flow meter banyak diaplikasikan terhadap pabrik-pabrik kimia.

Lantas apa itu coriolis flow meter? dan bagaimana cara kerjanya? Di bawah ini adalah ulasan berkenaan komitmen kerja dari model pengukur aliran ini.

 

Coriolis Flow Meter

Coriolis flow meter adalah perangkat pengukuran massa aliran yang menerapkan dampak coriolis. Penamaan coriolis terhadap flow meter ini didasarkan dengan nama seorang pakar matematika dan insinyur asal Prancis yang bernama Gaspard Gustave de Ceriolis.

Coriolis menerbitkan sebuah makalah yang menggambarkan prilaku objek didalam kerangka yang berputar. Meskipun prilaku berikut kerap disebut kapabilitas atau model coriolis, tetapi sebenarnya lebih pas disebut dengan dampak coriolis. Mengapa demikian? karena prilaku yang berlangsung bukan hasil dari model yang bekerja terhadap objek, melainkan gerakan yang dirasakan dari suatu benda yang bergerak didalam garis lurus di atas benda atau kerangka yang berputar.

Coriolis flow meter secara artifisial menerapkan akselerasi coriolis ke didalam aliran yang sedang mengalir dan mengukur massa aliran dengan mendeteksi momentum sudut yang dihasilkan. Prinsip kerja coriolis flow meter terlalu simpel tetapi terlalu efektif. Cara kerjanya pun mampu dilukiskan sederhana, kalau rotasi bumi dan pengaruhnya terhadap perubahan cuaca.

 

Cara Kerja Coriolis Flow Meter

Coriolis flow meter mengfungsikan tabung yang diberi energi didalam wujud getaran yang tetap. Ketika fluida (cair atau gas) masuk dan melalui tabung tersebut, akan ada momentum aliran massa yang membuat perubahan terhadap getaran tabung, selanjutnya tabung akan berputar dan menghasilkan pergeseran fasa. Pergeseran fase ini sesudah itu akan diukur dan menghasilkan knowledge massa aliran.

Flow meter coriolis sendiri biasanya menerapkan dua buah tabung. Tabung berikut akan bergetar berlawanan satu mirip lain melalui koil magnetik. Sensor didalam wujud rakitan magnet serta koil diletakkan terhadap saluran masuk (inlet) dan saluran muncul (outlet) terhadap ke dua tabung. Ketika koil bergerak melalui medan magnet maka akan mengakibatkan tegangan didalam wujud gelombang sinus atau sinusoidal. Gelombang sinus yang dihasilkan akan menjadi kunci utama didalam mengukur aliran massa fluida.

Dalam kondisi tanpa aliran, gelombang sinusoidal terhadap inlet dan outlet berada terhadap fase yang mirip satu mirip lain. Ketika fluida mengalir melalui tabung, tabung akan berputar secara seimbang sesuai dengan massa aliran yang melewatinya.

Dalam kondisi ini, sensor yang terdapat terhadap saluran masuk dan muncul akan mendeteksi jumlah putaran berdasarkan pergeseran fasa dan akan dilukiskan didalam wujud gelombang sinusoidal yang dihasilkan oleh ke dua sensor.

Dengan kata lain, massa aliran berasal dari perbedaan pergeseran fasa yang membentuk gelombang atau frekuensi sinus, selanjutnya frekuensi sinus berikut akan diubah didalam wujud angka terhadap unit controller.

Meskipun flow meter ini secara inheren mengukur laju aliran massa, pengukuran terus menerus dari densitas fluida terlalu mungkin flow meter ini untuk turut mengukur debit aliran.Perbedaan Coriolis Flow Meter Dengan Thermal Mass Flow Meter.

Coriolis flow meter laksanakan pengukuran berdasarkan aliran massa nyata, kala thermal mass flow meter hasil perhitungannya tergantung terhadap pembawaan fisik dari fluida dan biasanya digunakan untuk aliran gas yang rendah.

Hal inilah yang merupakan perbedaan dasar dari ke dua model flow meter ini. Pengukuran massa nyata merupakan pengembangan penting terhadap flow meter gara-gara mampu meminimalkan ketidakakuratan hasil bacaan akibat pembawaan fisik dari fluida.

 

Pengaplikasian Coriolis Flow Meter

Pengaplikasian coriolis flow meter sebenarnya mampu saja untuk segala model liquid (cairan maupun gas), tetapi biasanya pengukuran massa lebih ideal untuk mengukur gas, perihal ini disebabkan gara-gara pembawaan dari gas yang terlalu gampang terpengaruh oleh suhu dan tekanan kalau dibandingkan dengan cairan.

Tekanan berdampak sedikitnya terhadap cairan didalam perihal kompresibilitas, dan biasanya diabaikan didalam pengukuran volumetrik. Pengaruh suhu terhitung kerap diabaikan, terkecuali dimana akurasi tinggi diperlukan (misalnya pembelian bahan bakar yang mengaju terhadap referensi flow meter, gara-gara biasanya suhu akan berpengaruh terhadap volume bahan bakar).

 

Sebagai keliru satu model flow meter yang paling akurat, flow meter coriolis merupakan pilihan utama oleh lebih dari satu pabrik kimia, baik itu pabrik yang mengatasi fluida yang bersih maupun yang korosif sekalipun. Adapun industri yang dimaksud seperti:

-Minyak dan Gas Bumi
-Petrokimia
-Pabrik farmasi
-Pulp plus papper
-Penanganan cairan limbah

Keunggulan dari coriolis flow meter terdapat terhadap akurasinya, biasanya flow meter magnetik beri tambahan selisih 0,5% dari kondisi nyata, kala coriolis flow meter mampu beri tambahan 0,1% dimana semakin rendah selisih toleransi maka akan semakin baik pula hasil bacaan flow meter tersebut. Dengan kapabilitas tersebut, banyak industri yang ingin pengukuran massa dengan hasil akurat lebih memilih coriolis flow meter sebagai perangkat pengukur massa mereka.

Dari segi perawatan, flow meter coriolis mirip halnya dengan alat pengukur aliran terhadap biasanya yang butuh perawatan secara berkala. Tujuannya tentu untuk menjamin keakuratannya didalam pengukuran massa aliran, tindakan kalibrasi merupakan cara paling baik untuk memelihara flow meter ini.

Kalibrasi sebaiknya dilaksanakan 3 sampai 5 th. sekali, serta terus mengacu terhadap kondisi operasional yang ditetapkan, baik itu dari produsen pembuat flow meter berikut maupun dari knowledge hasil kalibrasi.

Agency Digital Jakarta Selatan

Yang sedang popular sementara ini ialah marketing online yanag banyak dilirik oleh para pelaku usaha maupun merk besar.Menariknya memanfaatkan Agency Digital Jakarta sendiri adalah,...
Guithay thay
1 min read

Langkah Menonton Film di Telegram secara Gratis dan Tanpa…

Aktivitas melihat film sekarang ini bukan hanya dapat dicicipi di bioskop atau tayangan tv saja. Karena zaman telah makin hebat beberapa program kekinian sediakan...
Guithay thay
3 min read

Intel Core i9-12900K, Di-claim Sebagai Processor Gaming Terbaik di…

Intel Core i9-12900K, Di-claim Sebagai Processor Gaming Terbaik di Dunia Berapa luar biasa Intel Core i9-12900K ini? Intel sah memperkenalkan keluarga processor Intel Core...
Guithay thay
4 min read