Terus Belajar tuk Tingkatkan kemampuan Berpikir

1 min read

Pepatah lama mengatakan bahwa pikiran itu layaknya pisau. Makin diasah, makin tajamlah ia. Hal ini boleh jadi ada benarnya. Terlihat dari para pemikir besar dunia yang bahkan terlihat menghabiskan seluruh waktunya untuk berpikir seperti Karl Mark atau Rosa Luxemburg. Keduanya telah terbiasa berpikir sejak usianya masih relatif muda.

Jika mengacu pada mereka, benarlah bahwa kemampuan berpikir tidak begitu saja muncul saat orang memasuki usia dewasa melainkan adalah hasil dari proses pengasahan sejak belia. Pertanyaannya, bagaimana cara meningkatkan kemampuan berpikir mahasiswa atau buat siapa saja? Adakah hal khusus yang bisa dilakukan?

Bertanyalah

Satu dari banyak ciri dari tokoh-tokoh pemikir kelas dunia adalah mereka gemar bertanya. Misalnya saja Isaac Newton. Meski kisah dirinya kejatuhan buah apel masih menjadi perdebatan, hal tersebut menggambarkan bahwa mempertanyakan fenomena yang terjadi di sekitar dapat menghadirkan pemikiran brilian. Menurut kisah tentangnya, saat kejatuhan buah apel, Isaac Newton bertanya-tanya kenapa apel kalau jatuh ke bawah. Dari sanalah teori gravitasi Newton akhirnya bermula.

Jangan Menerima Sesuatu Begitu Saja

Bayangkan jika tidak ada orang yang menantang mobil ciptaan Henry Ford dengan mobil ciptaannya sendiri-sendiri? Mungkin sampai hari ini kita masih menggunakan mobil dengan bentuk yang sama dengan mobil era awal abad 20 karena orang menerima ciptaan pendahulunya begitu saja.

Atau bayangkan jika tidak ada orang yang merasa bahwa dirinya bisa menulis sesuatu lebih cepat jika ada alat khusus? Mungkin mesin tik tidak akan pernah ditemukan atau bahkan mungkin kita sampai hari ini belum menggunakan komputer untuk mengetik skripsi?

Karenanya, jangan menerima sesuatu begitu saja. Selalu ada yang bisa ditantang dari suatu gagasan. Hal ini juga berlaku terhadap informasi yang kita terima dari internet. Jangan pernah menerimanya begitu saja karena bisa jadi isinya adalah bohong belaka.

Dua poin di atas adalah hal yang mungkin terasa sepele. Namun, jika ditekuni benar, boleh jadi Anda akan menjadi pemikir atau penemu besar selanjutnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan sampai jumpa di tulisan berikutnya.