Perbedaan Antara Dorokdok dan Rambak Serta Cara Pembuatannya

1 min read

perbedaan antara dorokdok dan rambak

Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang perbedaan antara dorokdok dan rambak serta cara pembuatannya.

Dorokdok

Dorokdok (kerupuk dalam bahasa Sunda) adalah nama jajanan kering yang dapat dimakan atau dijadikan lauk (terutama lauk pauk sayur), bentuknya sangat kecil seperti karang laut, ada yang sebesar kuku jari telunjuk, dan kuku jempol terbesar. Dorokdok , dinamai menurut bunyi “Dook dok pok dok dok…” saat digigit. Sebab ada yang lembut serta ada yang keras.

Bahan baku Dorokdok terbuat dari stik daging yang kemudian ditempelkan pada kulit sapi yang baru saja keluar dari penjagalan kemudian diasinkan. Jadi bisa dikatakan Dorokdok dibuat dengan bahan yang sangat bergizi karena mengandung daging sapi dan lemak sapi.

Rambak

Kerupuk kulit yang disebut dengan sebutan rambak atau jangek di beberapa daerah adalah kerupuk yang terbuat dari kulit kerbau, diolah dengan bumbu dan penambah rasa. Jika sudah direbus dan dijemur di bawah terik matahari, biasanya sekitar 2 hingga 3 hari, kerupuk mentah kering ini bisa digoreng menjadi kerupuk yang bisa dimakan.

Perbedaan Antara Dorokdok dan Rambak

Kerupuk rambak dan dorokdok mirip tapi tak sama. Kerupuk kulit rambak terbuat dari kulit kerbau asli pilihan, dicampur dengan bumbu dan rempah khas Indonesia, seperti bawang putih, ketumbar, kunyit, asam jawa, garam, gula merah, dll.

Sedangkan untuk kerupuk dorokdok, atau disingkat dorokdok, terbuat dari kulit sapi pilihan. Proses produksinya hampir sama dengan biskuit.

Kerupuk rambak dan dorokdok benar-benar bebas bahan pengawet dan proses pengolahannya sangat higienis. Proses ini memakan waktu lama, dari lima hari hingga seminggu.

Baca juga: Resep Jantung Pisang Santan Pedas Serta Manfaat Jantung Pisang

Cara Membuat Dorokdok

Bahan-bahan:

  • Kulit sapi 1 kg
  • Garam ½ ons
  • Secukupnya bawang putih
  • Gula ¼ ons
  • Secukupnya air kapur

Cara Membuat Dorokdok:

  1. Bersihkan kulit sapi dan rendam dalam air kapur selama kurang lebih 2 hari.
  2. Setelah itu, kerok bulu pada kulit sapi dengan pisau hingga bersih.
  3. Letakkan kulit sapi di bawah sinar matahari langsung dan jemur hingga kering.
  4. Kemudian potong kulit sapi kering dan sisihkan.
  5. Cincang bawang putih, lalu tambahkan garam dan gula, sisihkan.
  6. Rebus kulit sapi yang sudah dipotong, tambahkan bumbu halus, aduk rata, dan tunggu hingga matang. Angkat dan tiriskan.
  7. Serpihan kulit sapi rebus dikeringkan di bawah sinar matahari.
  8. Goreng potongan kulit sapi rebus yang telah dijemur dengan api kecil hingga mekar menggunakan deep fryer. Angkat dan tiriskan menggunakan mesin peniris minyak.
  9. Masukkan potongan kulit sapi yang sudah digoreng ke dalam tangki minyak panas dan goreng sampai matang sepenuhnya. Angkat dan tiriskan.
  10. Selesai, kerupuk dorokdok siap disajikan.

Cara Membuat Rambak

Bahan-Bahan:

  • 1 kg Kulit kerbau
  • 1 sdm penyedap rasa
  • 2 sendok makan gula
  • 15 siung bawang putih
  • 3 sdm garam
  • Air kapur 1-2 ember

Cara Membuat Rambak :

  1. Pertama rendam kulit dalam ember yang berisi air kapur kurang lebih selama 2 hari. Kemudian bersihkan bulu kulit kerbau dengan pisau tajam (pastikan benar-benar bersih).
  2. Jemur kulit kerbau (rendam dalam air kapur) di bawah sinar matahari langsung. Kemudian potong kulit kerbau kering tersebut menjadi potongan-potongan kecil sesuai selera (biasanya persegi panjang atau kecil).
  3. Rebus kulit kering bersama bumbu halus (bumbu, gula, bawang putih dan garam) hingga matang.
  4. Angkat dan tiriskan.
  5. Keringkan hingga benar-benar kering
  6. Lalu bisa digoreng dengan 2 kali penggorengan. Angkat dan tiriskan.
  7. Jika sudah bisa langsung disantap.

Sekian artikel yang bisa saya sampaikan tentang perbedaan antara dorokdok dan rambak. Semoga bisa bermanfaat.