RedDoorz Memiliki Sembilan Properti Sans Hotel di Indonesia

2 min read

Platform multi-brand akomodasi dan perhotelan terbesar di Asia Tenggara, RedDoorz, mengumumkan penambahan jaringan hotel berkonsep milenialnya, Sans Hotel, jadi sebanyak sembilan properti di enam kota besar di Indonesia. Sans Hotel yang baru saja diluncurkan pada November 2020, awalnya cuma mempunyai lima properti di empat kota, yakni Jakarta, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta.

 

Pada hari Senin lalu, RedDoorz mengumumkan bahwa Sans Hotel juga secara formal tersedia di Bandung dan Cirebon. Mengusung konsep trendi, Sans Hotel menargetkan traveler milenial dan gen Z yang mengidamkan mendapatkan pengalaman menginap aman dan moderen yang sanggup.

 

Penambahan properti ini berdasarkan adanya permintaan yang tinggi berasal dari pelanggan kalangan milenial. Data membuktikan tingkat okupansi penginapan Sans Hotel meningkat hingga 2,5% setelah kurang lebih enam bulan diluncurkan.

Maka berasal dari itu, RedDoorz menaikkan properti Sans Hotel di Bandung dan Cirebon dan satu properti ulang di Yogyakarta untuk memenuhi kebutuhan akomodasi para traveler milenial bersama 50 keseluruhan kamar baru. Terlebih lagi, Sans Hotel juga hadir di Filipina per 1 Juni 2021.

“Kami mengerti kebutuhan milenial dan gen Z akan akomodasi yang aman, nyaman, dan relevan, kemudian mengembangkan Sans Hotel sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut. Sesuai komitmen RedDoorz untuk menyediakan akomodasi terbaik bagi para pelanggannya, kini kita menyediakan Sans Hotel di Bandung dan Cirebon untuk menaikkan alternatif hotel bagi para milenial dan gen Z yang hendak berlibur di dua kota ini.

Tentunya kita membawa konsep untuk memperbanyak properti Sans Hotel di destinasi favorit para milenial,” ujar Vice President of Operations RedDoorz, Adil Mubarak.

Melalui Sans Hotel, RedDoorz menyediakan akomodasi yang tepat dan memiliki kualitas untuk para milenial dan gen Z yang dikenal sebagai traveler aktif bersama permintaan untuk mengeksplorasi yang tinggi. Paduan nuansa colorful, modern, dan minimalis yang sama juga bersama model milenial dan gen Z pun akan menyongsong pelanggan sesampainya di Sans Hotel. Selain itu, kopi susu kekinian dan teh camomile juga di sediakan Sans Hotel sebagai welcome drink, menjadikan Sans Hotel sebagai hotel ideal bagi para milenial dan gen Z.

 

Sans Hotel juga mengumumkan kerjasama RedDoorz bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Bandung. Bersama bersama PHRI, Sans Hotel memperkenalkan diri kepada para pemilik hotel yang tersedia di Jawa Barat dan juga mengimbuhkan informasi mengenai usaha perhotelan RedDoorz.

RedDoorz membuka kesempatan untuk para pemilik hotel yang mengidamkan mengembangkan usaha perhotelannya bersama berkolaborasi bersama Sans Hotel lewat kerja sama co-branding. Dengan kerja sama ini, para pemilik hotel sanggup merasakan peningkatan biasanya harga jual kamar (average daily rate) dan tingkat hunian kamar.

Hingga hari ini, biasanya tingkat okupansi penginapan mitra properti yang tergabung bersama Sans Hotel telah mengalami peningkatan dua kali lipat di dalam rentang kala tiga bulan.

“RedDoorz sebagai platform multi-brand akomodasi dan perhotelan terbesar di Asia Tenggara tetap melacak para pemilik hotel yang mengidamkan berkembang bersama kami. Tentunya akan kita support seutuhnya untuk capai obyek bersama di dalam menyediakan properti yang begitu banyak ragam kepada masyarakat Indonesia,” mengerti Adil.

“Kami menyongsong baik bersama kehadiran brand baru berasal dari RedDoorz, yakni Sans Hotel. Kami harapkan, Sans Hotel sanggup membantu, memperbaiki serta memulihkan industri perhotelan di Jawa Barat di sedang situasi pandemi Covid-19 ini,” ungkap Ketua PHRI Jawa Barat, Herman Muchtar.

Untuk meyakinkan kesehatan para staf hotel dan pelanggan, Sans Hotel telah mengimplementasikan HygienePass, program sertifikasi yang diinisiasi RedDoorz dan mitra propertinya dan bekerja sama bersama Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).

Sertifikasi HygienePass terbuka untuk seluruh pemilik usaha hotel di Indonesia, lepas berasal dari asosiasi brand apa pun, fungsi mengambil keputusan standar kebersihan di seluruh industri perhotelan dan menekan angka penyebaran Covid-19 di klaster hotel. Saat ini, telah lebih berasal dari 700 properti RedDoorz, juga Sans Hotel, di 70 kota di Indonesia telah mendapatkan sertifikasi HygienePass.

 

Untuk membuktikan komitmennya sebagai platform multi-brand perhotelan dan akomodasi terbesar di Asia Tenggara, RedDoorz juga baru saja memperkenalkan lini hotel barunya, Sunerra Hotels, hotel premium pertama persembahan RedDoorz di Indonesia dan Asia Tenggara yang berlokasi di Jababeka pada 2 Juni 2021 lalu.

Hotel ini mencampurkan desain bernuansa tradisional yang elegan serta fasilitas bertaraf internasional dan dimaksudkan untuk traveler premium, yang mengidamkan laksanakan perjalanan usaha atau pun laksanakan staycation bersama keluarga dan teman. Sunerra Hotels juga menyediakan begitu banyak ragam fasilitas mewah layaknya area bermain anak, kolam renang, restoran berkelas, hingga co-working space yang memudahkan para traveler ketika menginap.