Tips Merawat Filter Udara Ala Dekafilter

1 min read

Filter hawa (air filter) yang terdapat di saluran hawa masuk mesin mobil ibarat bulu hidung manusia. Fungsinya menyaring hawa sebelum masuk ruang bakar, dari partikel halus sampai debu.

Bila filter ini tak bermanfaat benar,banyak ekses negatif lebih-lebih bisa menyebabkan mesin jebol. Pada saringan udara, yang mesti dijaga kondisinya adalah kebersihan.

Filter kotor, berarti pori-porinya menyempit. Kalau udah begini, yang paling jadi adalah tenaga mesin alami penurunan dan bbm boros.

Interval penggantian ideal yang direkomendasikan pada buku manual sebaiknya diberi toleransi. Misalnya panduan buku manual, penggantian dilakukan sesudah 22.500 km. Namun untuk kondisi perkotaan seperti Jakarta, sebaiknya 15.000 km udah diganti.

 

Selain performa dan efisiensi mesin terganggu, masih banyak risiko yang mesti ditanggung andaikata lalai mengurusi filter udara. Terutama pada mesin injection atau EFI yang memakai serangkaian sensor di air intake.

Pada mesin injection seperti yang digunakan Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia, kotoran di saluran napas bisa menggangu kegunaan idle speed control. Putaran mesin selagi stasioner bakal naik.

Sedangkan pada mesin EFI style L seperti yang dipakai pada Vios dan mobil berteknologi tinggi, hal itu lebih-lebih bisa mengakibatkan kerusakan air flow sensor dan mengotori air intake temperature sensor. Langkah pembersihan filter industri jakarta ini memadai mudah.

 

Sebaiknyaa tersedia mesin kompresor hawa untuk memudahkan.Pastikan alat tersebut udah bebas dari partikel air. Tiupkan angin searah bersama dengan aliran udara. Jangan terbalik gara-gara tambah bisa menyumbat. Bila tak tersedia kompresor udara, memadai pukulkan sampai debu rontok, namun hasilnya kurang maksimal.

Filter aftermarket Kini banyak filter hawa aftermarket ditawarkan di pasar yang diklaim bisa mendongkrak tenaga. Memang benar, gara-gara pori-porinya lebih besar.

Namun filter style ini mesti sering dibersihkan. Ada terhitung beberapa product aftermarket yang bisa dicuci. Sedangkan filter OEM, sebaiknya jangan sampai basah. Sebab walaupun udah kering sesudah dijemur, diameter pori-porinya udah beda.

 

Diesel lebih sessitif Mesin diesel adalah mesin bersama dengan kompresi tinggi. Sebagai perbandingan, mesin EFI bensin rasio kompresinya tersedia di kisaran 10:1, namun diesel bisa capai 17:1 sampai 25:1.

Partikel debu yang lolos ke ruang bakar, bakal bisa mengakibatkan kerusakan liner (dinding silinder) bersama dengan kompresi di ruang bakar setiinggi itu. Hal ini bakal menurunkan kompresi yang berbanding lurus pada performa dan efisiensi.

 

Pada mesin diesel bakal nampak asap knalpot lebih hitam. Filter hawa dicopot tenaga hebat?

Semakin banyak hawa masuk, makin besar tenaga mesin, makanyabanyak pengguna yang membebaskan filter hawa kalau senang kencang berakselerasi. Begitulah mitos yang tersedia di penggemar kecepatan.

Hal itu tidak salah namun membahayakan. Kalau hawa tidak tersedia yang menyaring, maka partikel debu halus sampai kasar pun bisa masuk ke mesin. Tak diragukan, sensor bisa kotor dan tersumbat. Bahkan mesin bisa jebol kalau tersedia partikel kasar masuk ke ruang bakar.